Awal dalam Tasawuf : Khauf dan Raja'
Khauf
Kata Khauf merupakan kata dari bahasa Arab
yang bermuatan tiga huruf, yaitu kha’, waw, fa’ yang berarti gentar dan takut.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata khauf merupakan kata benda yang
berarti kekhawatian dan ketakutan. Menurut Istilah khauf adalah sikap mental
dari seseorang yang merasa takut kepada Allah SWT atas kekurang sempurnanya
dalam mengabdikan dirinya.
Dalil
Q.S Ali-Imran Ayat 175
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمْ
وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya: Sesungguhnya mereka hanyalah
setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu
janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu
orang-orang beriman. (Q.S Ali-Imran: 175)
Abdurrauf As-Singkili dalam ayat ini,
tidak menafsirkan secara mendalam beliau hanya menjelaskan bahwa orang yang
menakut-nakuti kamu, sebenarnya merekalah yang takut, maka janganlah kamu takut
kepada perkataan mereka akan tetapi takutlah kepada Allah SWT.
Raja’
Al-raja’ (mengharap) menurut al-Ghazali
adalah sebagian dari maqamat para salikin dan ahwal orang-orang yang dalam
pencarian untuk dekat dengan Tuhan. Hakikat dari mengharap (al-raja’)
dilengkapi pula dengan hal, ilm dan amal. ilm sebagai sebab yang dapat
menimbulkan hal, dan hal memerlukan adanya amal
Dalil
Q.S Al Ahzab Ayat 21
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ
يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah. (Q.S Al Ahzab: 21)
Orang yang memiliki raja’ akan Allah
mudahkan istiqamah dalam kebenaran, bahkan Allah memudahkannya untuk meneladani
Rasulullah.
Contoh perilaku raja’ dan khauf
- Ketika dalam
beribadah kepada Allah SWT ada rasa takut, takut akan murkanya Allah,
takut nerakanya Allah, takut dengan ancaman-ancaman Allah. Namun, disisi
lain ada rasa harap. Ketika mengerjakan sesuatu beban berharap “ ya Allah
semoga apa yang ku kerjakan ini engkau terima ya Allah, shalat ku ini
engkau terima ya Allah, bisa lulus dari ujian-ujiannya Allah” dan ada rasa
harap bisa mendapatkan surga Allah.
- Para
penghafal qur’an ada rasa takut, takut nggak bisa menghafal, takut Allah
nggak terima hafalannya, takut hafalannya itu bukan sebuah ibadah dimata
Allah. Tetapi ada rasa harap, berharap semoga bisa menyelesaikan 30 juz,
berharap agar ini diterima dan menjadi wasilah supaya bisa membawa
keluarga ke surga, dan menjadi wasilah supaya orang tua mendapatkan
mahkota.
Al-Ghazali mendeskripsikan bahwa al-khauf
dan al-raja’ sebagai dua sayap yang menghantarkan seorang salik untuk sampai
pada maqam yang terpuji. Berbekal kedua sayap itu orang-orang mendekatkan diri
(muqarrabin) menuju tempat-tempat terpuji. Khauf dan raja disebut juga sebagai
dua pedang. Dua pedang itu bagi orang yang berjalan menuju akhirat (salik) akan
berupaya memutus semua tebing yang sukar didaki, khauf dan raja bagaikan dua
sisi koin yang tak terpisahkan. Khauf dan raja keduanya saling berkaitan.
Apabila seseorang memiliki sikap raja yang berlebihan, maka dirinya akan
sombong dan dapat juga menganggap rendah orang lain. Demikian pula apabila
sikap khauf diamalkan secara berlebihan menjadikan seseorang tidak optimis dan
mudah putus asa, meski dilain sisi dirinya berhati-hati dalam perbuatan
maksiat.
Komentar
Posting Komentar