Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Maqamat dalam Tasawuf : Faqir dan Zuhud

  Faqir Secara harfiah, faqr artinya orang yang berhajat, membutuhkan, atau orang miskin. Dalam pandangan sufi faqir artinya tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada diri kita. Fakir mengandung pengertian miskin terhadap spiritual atau hasrat yang sangat besar terhadap pengosongan jiwa untuk menuju Allah. Fakir berarti menjalani hidup dengan kesadaran bahwa ia hanya membutuhkan Allah. Dalam maqam faqir, seorang sufi mengosongkan seluruh hati dari ikatan dan keinginan terhadap apa saja, selain Allah. Dalil Q.S Al-Fathir Ayat 15 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji”. (QS. Al-Fathir :15) Dasar maqam faqir, menurut Imam Al-Ghazali adalah kelakuan Nabi SAW sewaktu emas belum diharamkan bagi pria. Nabi pernah berkhotbah dan ditengah-tengah khotbahnya, beliau berhenti serta menanggalk...

Maqomat dalam Tasawuf : Taubat dan sabar

  Taubat Taubat secara bahasa artinya kembali. Secara istilah artinya kembali kepada Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Menyerah diri pada-Nya dengan hati penuh penyesalan yang sungguh-sungguh. Yakni kesal, sedih, susah serta rasa tidak patut atas dosa-dosa yang pernah kita dilakukan sehingga menangis. Pada dasarnya taubat terdiri dari tiga macam : Taubat orang yang sadar Awalnya kebiasaan yang terjadi pada lingkungan beragama tetapi akhirnya menjadi tinggi dalam perasaan dan bertambah menjadi peringatan. Taubat salik Taubat orang salik bukan dari dosa dan kesalahan dan bukan dari penyesalan dan istigfar tetapi terjadi karena perpindahan kondisi jiwa yang naik menjadi sempurna, sehingga dapat menghadirkan allah dalam setiap gerak nafasnya, Taubat ‘Arif (orang yang makrifat) Yaitu tobat yang bukan dari dosa atau menyalahi jiwa, tetapi taubat dari kelupaan terhadap sendiri, bahwa dirinya itu berada pada genggaman Tuhannya. Dalil taubat ...

MAQAMAT DAN AHWAL DALAM ILMU TASAWUF, TASAWUF FALSAFI DAN TASAWUF AMALI

  Maqamat dalam Tasawuf Maqamat secara harfiah berasal dari bahasa arab, yang memiliki arti tempat orang berdiri atau pangkal mulia. Secara etimologi, yang dimaksud dengan maqam yaitu kedudukan dan tempat berpijak dua telapak kaki. Sedangkan secara terminologi, maqam memiliki arti kedudukan, posisi, tingkatan, atau kedudukan tahapan hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah. Tingkatan maqamat yang popular di kalangan sufi yaitu Al-taubah, Taubat merupakan tahapan pertama yang ditempuh sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Zuhud, zuhud ialah menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Al-wara’, al-wara’ adalah meninggalkan segala yang ada di dalamnya terdapat keragu-raguan antara halal dan haram (syubhat). Al-faqr, fakir adalah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada diri kita. As-shabr, sabar berarti tetap tabah dalam menghadapi cobaan dengan sikap yang baik. Tawakal, tawakkal adalah menyerahk...

Perkembangan Akhlak Tasawuf Pada Masa Kemunduran Islam, Masa Modern, dan Masa kontemporer

 A. Perkembangan Akhlak Tasawuf Pada Masa Kemunduran Islam      Ilmu Akhlak pada abad pertengahan pada Bangsa Romawi etika bisa dikatakan ‘dianiaya’ oleh Gereja. Fenomena kehidupan masyarakat Eropa di abad pertengahan banyak dikuasai oleh gereja. Pada waktu itu kalangan gereja berusaha memerangi filsafat Yunani serta banyak menentang penyiaran ilmu dan kebudayaan kuno. Doktrin Gereja berkeyakinan bahwa kenyataan”hakikat” telah diterima dari wahyu. Prinsipnya adalah, apa yang diperintahkan wahyu pasti benar adanya. Dengan demikian ajaran akhlak yang lahir di Eropa pada abad pertengahan itu adalah ajaran akhlak yang dibangun dari perpaduan Yunani dan ajaran Nasrani. 1. Periode Abad VI dan VII Masa Tasawuf dan Filsafat Ketuhanan      Tasawuf abad keenam datanglah aliran baru, yaitu perpaduan Tasawuf dengan Filsafat. Tasawuf artinya kecintaan terhadap tuhan sedangkan falsafi disini ialah cara yang digunakan dalam bertasawuf. Tasawuf Falsafi merupakan kaj...

Perkembangan Akhlak dan Tasawuf pada Zaman Makkah dan Madinah, dan Keemasan Islam (661 M-1258 M)

 A. Perkembangan Akhlak dan Tasawuf pada Zaman Makkah dan Madinah 1. Akhlak Zaman Makkah Salah satu contoh dari akhlak masyarakat Makkah saat itu yaitu kedermawanan. Sikap kedermawanan pada saat itu berbeda dengan kedermawanan yang diajarkan Islam. Yang membedakannya adalah niat. Kedermawaan masyarakat pada itu diniatkan untuk berlomba-lomba membanggakan diri, sedangkan kedermawanan menurut ajaran Islam harus diniatkan karena Allah SWT. 2. Tasawuf Zaman Makkah Pada masa ini belum mengenal istilah “Tasawuf”, namun sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul beliau telah mencerminkan ciri dan perilaku kehidupan sufi. Rasulullah dalam berdakwah pada mulanya dilakukan secara diam-diam dengan tujuan untuk menjaga keselamatan umat Islam dari kekejaman orang kafir. Sehingga pada saat itu hanya sedikit masyarakat yang Makkah yang mau mengimani Allah SWT dan masih banyak masyarakat Makkah yang menyembah berhala. sehingga saat itu kegiatan mendekatkan diri kepada Allah SWT masih sa...

Tentang Aku Bukan Dia

Haiii Kata orang kalo tak kenal maka taaruf hehe... Sebelumnya perkenalkan aku El lebih tepatnya Muh. El-Basyari Hartono, seorang pria biasa yang haus akan pengalaman. lahir pada tanggal 6 september 2002. kesibukan sekarang adalah menjadi mahasiswa yang sok aktif dalam organisasi himpunan program studi. Saat ini aku kuliah di UIN Raden Mas Said Surakarta. Kebetulan kampus itu dekat dengan rumahku. Aku mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Sebenarnya itu bukan jurusan yang aku inginkan. Tapi mau bagaimana pun aku harus bisa ikhlas menerima apa yang sudah menjadi takdirku. Berorganisasi menjadi sebuah tantangan dalam hidupku. dari situ aku mulai melatih keberanianku yang sebelumnya aku adalah seorang yang takut akan hal baru. mungkin sedikit ini perkenalan dari aku. oh iya satu lagi Jika senja saja bisa dinikmati walaupun hanya sesaat, maka tulisanpun tak kalah cantik dari senja  untuk bisa dinikmati kapan saja, semoga tulisan-tulisanku dapat dinikmati, hehe sekian terima kasih